Judul: Dana BOS Nyaris Rp 750 Juta per Tahun, Kondisi SMPN 1 Muara Rupit Disorot


Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 1 Muara Rupit kembali menjadi sorotan setelah muncul hasil investigasi lapangan dari Lembaga GAVEN.


Ketua GAVEN, Muhamad Aap, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan antara besaran anggaran dan kondisi nyata di lingkungan sekolah.


Berdasarkan data yang dihimpun, total dana BOS tahun 2024 dari tahap 1 dan 2 mencapai sekitar Rp 738.100.000.


Sementara pada tahun 2025, total anggaran yang dikelola sekolah dari dua tahap mencapai sekitar Rp 727.100.000.


Dengan demikian, setiap tahun sekolah tersebut mengelola dana mendekati Rp 700 hingga Rp 750 juta.


Namun, kondisi perpustakaan sekolah dinilai masih minim fasilitas, bahkan siswa mengaku kekurangan buku untuk menunjang pembelajaran.


Tidak hanya itu, kondisi fisik bangunan sekolah juga memprihatinkan, terutama di bagian dalam dan belakang yang terlihat kurang terawat.


Kerusakan seperti plafon jebol, lantai retak, dan cat bangunan yang memudar menjadi pemandangan yang kontras dengan besarnya anggaran pemeliharaan.


Dalam kegiatan ekstrakurikuler, siswa mengaku harus mengeluarkan biaya sendiri saat mengikuti perlombaan, karena dukungan dari sekolah dinilai terbatas.


Selain itu, anggaran administrasi yang mencapai lebih dari Rp 100 juta setiap tahap turut menjadi sorotan karena dinilai tidak transparan.


Kejanggalan lain juga terlihat pada anggaran honorarium yang masih dianggarkan, meskipun sebagian besar tenaga honorer telah diangkat menjadi PPPK.


Atas temuan tersebut, GAVEN mendesak pihak terkait untuk melakukan audit menyeluruh guna memastikan pengelolaan dana pendidikan berjalan sesuai aturan dan benar-benar bermanfaat bagi siswa.


Red

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama