Journal Fakta – Komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kembali ditegaskan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Lubuklinggau melalui kampanye bertema “Kebersihan Lingkungan Merupakan Cerminan Kepribadian, Mari Kita Jaga Bersama.” Pesan tersebut menjadi ajakan moral sekaligus gerakan sosial untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat.
Di tengah dinamika pembangunan di Lubuklinggau, persoalan kebersihan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pertumbuhan kawasan pemukiman dan aktivitas ekonomi yang semakin pesat berdampak pada meningkatnya volume sampah, sehingga diperlukan pengelolaan yang sistematis dan partisipatif.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ir. M. Kendy Lenggana, menegaskan bahwa kebersihan bukan sekadar slogan, melainkan cerminan karakter masyarakat. Ia menyebut, perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.
“Kebersihan lingkungan merupakan cerminan kepribadian. Jika kita ingin kota ini maju dan dihargai, maka mari kita mulai dari hal sederhana, yaitu membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan di sekitar kita,” ujar Ir. Kendy Lenggana dalam keterangannya kepada Journal Fakta.
Menurutnya, DLH terus menggencarkan edukasi melalui berbagai program sosialisasi, baik di sekolah, kantor pemerintahan, hingga lingkungan masyarakat. Kampanye Ayo Buang Sampah di Tempatnya dan gerakan Jagalah Kebersihan menjadi bagian dari upaya membentuk budaya disiplin terhadap lingkungan.
Selain edukasi, penguatan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian. Armada pengangkut sampah ditingkatkan kapasitasnya, jadwal operasional diperbaiki, serta pengawasan terhadap titik rawan pembuangan liar diperketat agar tercipta tata kelola persampahan yang lebih efektif.
Ir. Kendy juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada pemerintah. “Kami di DLH siap bekerja maksimal, tetapi keberhasilan menjaga kebersihan kota ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kota yang bersih dan berkelanjutan. Kesadaran kolektif dinilai mampu menekan potensi pencemaran serta meningkatkan kualitas hidup warga.
Melalui gerakan bersama yang konsisten dan berkelanjutan, DLH berharap Lubuklinggau dapat menjadi kota yang tidak hanya berkembang secara infrastruktur, tetapi juga unggul dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai warisan untuk generasi mendatang.
Red.

Posting Komentar